Rabu, 23 Februari 2022

SURAT UNTUK MAMA

 Begitu cepat... 

Semua terjadi dan berjalan begitu cepat... 

Waktu... 

Hidup... 

Kekhawatiranku semenjak dulu pun akhirnya terjadi juga... 

Orang tua satu-satunya yang masih aku miliki, akhirnya berpulang... 

Tidak ikhlas? 

Tentu aku ikhlas, karena itu janjiku pada si mama. 

Aku bilang padanya ketika dia memohon aku untuk mengikhlaskannya dalam rintihan kesakitannya.. 

"Sedih pasti. Tapi Onya akan coba ikhlaskan jika itu memang kehendakNya, bukan kehendak mama"

Harapan mama semenjak sakit pun akhirnya tercapai... 

Untuk tidak terlalu lama... 

Untuk tidak merepotkan orang banyak... 

Untuk seperti alm. Papa ataupun alm. Kakaknya Fifin yang tidak perlu lama, hanya 3 bulan. 

Dan bahkan kemarin dia hanya sampai 1 bulan menderita. 

Maafkan anakmu mah... 

Mama ingin ketika mama pergi aku sukacita, nggak sedih. 

Aku berusaha... 

Tapi aku pun manusia biasa, butuh waktu... 

Tapi yang perlu diingat, aku memang sedih. Tapi aku ikhlas. 

Karena jujur aku lebih sedih ketika melihat, mendengar dirimu ma, menangis kesakitan, menahan semua sakit itu sendirian. 

Tanpa aku bisa membantu sedikitpun untuk meredakannya. 

Obat pun terkadang tidak mempan... 

Hanya mampu mengajakmu berfokus dan tetap berdoa, yang mana aku sebagai orang yang lebih suka segera bertindak daripada berbicara menjadi kesal n mati kutu... 

Namun tetap mendengarmu mengeluh capek, bosan, lidah tidak dapat merasakan makanan apapun lagi. Semua tampak hambar. 

Dirimu tidak mampu bergerak bebas seperti biasa, yang membuatmu bosan, pegal. 

Tak jarang pun aku stress, mengomel. 

Tapi bukan karena aku mengeluh tidak mau merawatmu. 

Namun aku bingung... 

Aku harus seperti apa, aku harus bagaimana ketika kamu mengeluh seperti itu semua. 

Ketika kamu menangis-nangis untuk cepat dipanggil saja... 

Ketika kamu berkata dirimu ingin obat pereda nyeri 20 butir... 

Ketika kamu bertanya kenapa Tuhan memanggilmu lama.. Kenapa alm. Papa belum juga mendatangimu... Kenapa alm. Kakak-kakakmu juga belum mendatangimu... 

Ketika kamu berucap merindukan alm. Ayah ibumu... 

Ketika kamu berucap rindu motivasi n support dari mereka semua... 

Ketika kamu melupakan segela semangatmu... 

Seperti bukan dirimu yang biasanya aku kenal. 

Seseorang yang selalu berusaha optimis dan kuat... 

Seseorang yang mandiri... 

Seseorang yang tahan banting... 

Tapi ketika 1 bulan kemarin, kamu memang bukanlah yang biasanya. 

Yang aku agak sesalkan, mengapa kamu tidak memberitahuku lebih awal tentang penyakitmu ? 

Sehingga aku bisa membantumu dari awal, untuk setidaknya jangan sampai terlalu parah dan menyiksamu... 

Kenapa kamu memilih menanggungnya sendirian? 

Padahal kamu tau, walaupun  aku suka berantem denganmu. 

Tapi aku tidak akan pernah meninggalkan ibuku sendiri... 

Kamu masih punya aku... 

Anakmu... 

Ya tapi sudahlah, itu semua memang tekadmu. Untuk tidak mau merepotkan aku... 

Hhhh... 

Begitu cepat ma semua berlangsung... 

Seolah baru saja tahun lalu kamu menikahkanku... Kita berpesta... 

Baru saja beberapa bulan lalu aku mengabarkanmu aku telah hamil lagi dan kamu akan mendapat cucu dan aku sharing foto cucumu... 

Baru saja beberapa hari yang lalu aku menanyakan nama untuk cucumu... 

Dan kemudian pertanggal 21 Februari 2022 kemarin kamu sudah pergi meninggalkanku dan kami semua... 

Beruntungnya aku dirimu masih memberi pesan-pesan padaku n suamiku... 

Beruntungnya aku setidaknya Tuhan masih memberikan kesempatan aku untuk merawat n melihatmu serta berbincang denganmu... 

Setidaknya aku masih ada beberapa kenangan di saat terakhir... 

Yah.. 

Sekarang dirimu tidak akan lagi merasa bosan, capek n kesakitan... 

Kamu sudah bebas ma... 

Kamu bisa bertemu dengan papa, dengan orang tuamu, dengan kakak-kakakmu... 

Kamu bisa bebas berjalan-jalan sekarang tanpa khawatir apapun... 

Kamu bahkan bisa bertemu Tuhan Yesus. Amin

Semoga jalanmu dimudahkan ma untuk sampai kepadaNya. 

Mohon doa nya untuk kami yang masih berjuang di dunia ini, sampai nanti saatnya kami pun akan bertemu denganmu disana... 

Doakan cucumu supaya selalu sehat n terlahir dengan selamat, lengkap n normal segala sesuatunya ya ma... 

Selamat tinggal mamaku yang kuat, yang telah memberi banyak support selama hidupku. 

Maafkan untuk segala kekuranganku padamu... 

Jangan sedih lagi ya... 

Mama F. Dian Saraswati in Memorial


Sabtu, 03 April 2021

LETTER FOR HOPE

My Hope in Memorial

 Anakku... 

Kamu memang belum sempat terlahir ke dunia dan itu salah satu yang membuatku sedih. 

Namun aku mampu memahaminya, kamu telah berusaha, kita berdua telah berusaha. 

Mungkin ini jalan yang terbaik untukmu anakku dan juga untukku. 

Maafkan aku mamamu yang belum mampu menjadi orang tua yang baik bagimu, bahkan saat dirimu masih dalam kandunganku. 

Namun anakku... 

Kamu tau, kamu banyak mengajarkan hal kepadaku. 

Kesabaran... 

Cinta Kasih... 

Untuk melibatkan Tuhan dlm setiap aktivitas.. 

Untuk tetap berpasrah kepada Tuhan.. 

Untuk tidak emosi... 

Untuk makan dan minum yang lebih sehat... 

Hidup yang lebih sehat... 

Untuk menghargai seorang ibu, karena ternyata hamil dan melahirkan itu bukan proses yang mudah... 

Untuk tetap kuat... 

Banyak hal nak... 

Banyak hal... 

Terimakasih telah ada di kandunganku, walau hanya dlm waktu singkat. 

Terimakasih telah berjuang bersama kami. 

Terimakasih telah menjadi teman ngobrol mama. 

Terimakasih anakku. 

Ku berikan kamu nama hope atau harapan. 

Karena kamu mengajarkan dan mengingatkan kami untuk selalu berharap kepada Tuhan dan terus berharap. 

Terimakasih nak. 

Maafkan mamamu. 

Terimakasih Tuhan Engkau memberikanku kesempatan mengandung anak ini dan mendengar detak jantungnya serta melihat pertumbuhannya yg luar biasa. 

Kami mohon agar anak ini diterima di sisiMu ya Tuhan Yesus. 

Kami sangat memohon kepadamu. 

Maafkan kami sebagai orangtua, belum sanggup memelihara dengan baik bahkan saat di kandungan. 

Ampuni kami Tuhan Yesus. 

Dan sekali lagi kami mohon, terimalah anak kami, Hope di sisi Mu. 

Amin. 


Hope

Hadir di perut mama : Bulan Februari

Meninggal : Rabu, 30 Maret 2021


Jumat, 27 Juli 2018

SURVIVE

When our life is under pressure.
Keep complaining, grumbling and blaming everything, just wasting your time, energy and health.
Naturally, when we complain because of it's heavy for our life, but stop when it damages our mentality and keep going forward with positive thoughts.
Because the most powerful spirits are not from others but from ourself.

-ons-

Rabu, 05 April 2017

Ego

Banyak orang pintar mengomentari  sesamanya,
Tapi enggan untuk berkaca diri.

Banyak orang senang mencari kesalahan,
Tapi enggan untuk instropeksi diri.

Banyak orang senang jadi kritikus,
Tapi enggan menerima kritikan.

Banyak orang pandai menilai sesamanya,
Tapi tak mampu menilai dirinya.

Sabtu, 01 April 2017

KEHIDUPAN

Hidup & mati itu memang misteri,
Angka pada umur tidak menjamin orang akan hidup lebih lama atau sebentar.

Siapa sangka sehabis mengantarkan anak ke sekolah dengan kondisi sehat, siangnya sudah dipanggil Yang Mahakuasa karena angin duduk.

Siapa sangka sehabis bertemu tertawa-tertiwi bersama teman-temannya, beberapa bulan berikutnya ternyata ia kritis selama 3 hari dan kemudian dipanggil Yang Kuasa dalam usia 24 tahun karena tumor otak yang ternyata sudah ada sejak 2 Tahun lalu. Tapi selama itu dia tidak pernah merasakan sakit yang parah.

Siapa sangka pula sehabis berkunjung ke tempat saudara kandungnya, malam ketika akan pulang ke rumahnya dalam perjalanan mengalami kecelakaan motor dan tewas di tempat.

Siapa sangka juga suami dan ayah dari 1 anak yang sempat dirawat selama 2 hari dan pada hari ke-3 dinyatakan membaik. Ternyata sorenya mengalami anfal dan kemudian dipanggil oleh Yang Kuasa dalam hitungan hanya sepersekian detik saja.

Kadang-kadang jadi bertanya-tanya.
Orang-orang yang dipanggil itu sebelumnya sudah diberitahu belum ya? Sudah diberi seperti Surat pemberitahuan atau something gitu?
Kalau belum, apa ya rasanya ketika dipanggil secara mendadak seperti itu?Bingung nggak? 
Soalnya banyak yang bilang ketika dipanggil dan Kita Tiba di dunia sana, Kita akan diminta pertanggungjawabannya atas apa yang telah Kita lakukan.
Jadi kebayang kalau belum ada persiapan apa-apa terus tiba-tiba ada interview kerja atau ada ujian.
Kemudian apa saja yang harus Kita lakukan disana?
Akan banyak orang berpakaian putihkah seperti yang ada di film-film?
Akankah bertemu dengan orang-orang sebelumnya telah dipanggil lebih dulu?

Kemudian ada sebuah banyolan dari beberapa orang bahwa katanya orang baik itu dipanggil lebih cepat, karena orang brengsek biasanya dipanggilnya nanti-nanti.Jadi, jadi aja orang brengsek.
Emang pada kenyataannya seperti itukah?
Duh pemikiran yang agak aneh si...
Tapi entahlah...

Yang jelas hidup dan mati itu misteri dan mereka berdampingan.
Ada yang datang dan ada yang pergi.

Minggu, 08 Januari 2017

Miss You

Hari ini,
Ditemani deru suara angin, petir dan hujan
Fix gue menyatakan kalo gw
.
.
.
.
Rindu...
.
.
.
.
.
.
Laut.

Sabtu, 07 Januari 2017

January 4th, 2016

Pesan yang harus diingat di tanggal ini dan tahun ini dari nyokap:


" Jangan Melakukan Kebodohan yang Sama Ya Nak...."