Minggu, 17 Mei 2015

KELABU

Tidak selalu tampak luar itu sama seperti di dalamnya...
Terkadang manusia hanya menjadikan tampak luar itu sebagai pelindung, cangkang bagi tampak dalam yang sebenarnya rapuh.
Ketidakpedulian, ketegaran, senyum itu hanya topeng untuk menyembunyikan yang sebenarnya dirasa dalam hati...

Jumat, 08 Mei 2015

ABSURD

Terkadang harapan tak selalu sejalan dengan kenyataan...
Hanya mampu berangan, namun realita menjawab secara tegas, tepat dan jelas semua.
Memang tidak akan pernah terjadi...


Minggu, 28 Desember 2014

SAMPAH

Sampah...
Sampah itu bau, kotor...
Hanya membuat susah dan sakit...
Sampah itu hanya sebuah kotoran yang tidak berguna...
Dibuang di tempat sampah atau,
dibuang di jalanan,
kemudian terinjak-injak,
tidak dipedulikan...
Karena itu hanya sampah yang membuat repot banyak orang...
Hanya sampah yang tidak berguna,
yang kemudian dibakar,
menjadi abu,
dan abu dibuang ke air,
menghilang...

Hidupnya hanya sampah bagi sekelilingnya...
Kemudian mengapa tidak hidupnya dibakar, dibuang dan dihilangkan saja?

Sabtu, 22 November 2014

HAI...!!

Hai..
Hai kamu...
Iya kamu...
Kamu yang juga masih diantar oleh kerabatmu ketika hari pertama,
Kamu yang naik ketika aku akan turun tangga,
Kamu yang duduk di dua kursi sebelah kananku,
Kamu yang tampak tengil namun gila,
Kamu yang memiliki rambut seleher, tubuh tinggi-kurus, mata tajam,
Kamu yang selalu memakai sepatu tracker,
Kamu yang juga menunggu di kantin ketika hari ke-2,
Kamu yang naik bersamaan denganku ketika hari ke-2,
Kamu yang ketika aku datang ke-2 dan ke-3 kalinya selalu kulihat...


Iya kamu...
Kamu yang telah membuatku penasaran untuk mengenalmu lebih jauh.
Semoga aku dapat mengenalmu, di waktu dan di tempat yang akan membuat kita bekerjasama.
Semoga kita jumpa lagi...  

(Amin)

Minggu, 19 Oktober 2014

17 Oktober 2014

Harus diakhiri sudah, semua...
Bukan tak sayang,
hanya saja semua terasa aneh.

Perempuan itu mencoba terbuka, laki-laki tersebut selalu tertutup.
Sudah a-g perempuan itu bercerita, lelaki itu selalu hanya sampai c saja.
Dan itu cukup baginya...
Perempuan itu mencoba menyayangi dengan tulus, namun lelaki itu malah memanfaatkan.
Perempuan itu mencoba untuk membuatnya lebih baik, namun lelaki itu bebal.
Perempuan itu berusaha untuk menghargainya, lelaki itu meremehkannya.
Ketika jauh...
Perempuan itu mencoba untuk menjaga kepercayaan, mencoba bercerita, mencoba memberi tahunya melalui cerita tentang semuanya..
Namun lelaki itu seperti tidak menyadari dan hanya membicangkan sesuatu hal yang selalu sama.
Tetap tertutup...
Perempuan berusaha menepis cerita negatif tentangnya dan berusaha bertindak positif dengan sedikit optimis, namun sia-sia..
Lelaki dengan dunianya sendiri, perempuan mencoba menyelaminya, tapi percuma...

Lelaki itu baik, sebenarnya...
Lelaki itu terkadang bisa keluar dari dunianya,
Tapi semua itu hanya semu terhadap perempuan.
Hanya di awal...
Dan selanjutnya kembalilah lelaki pada dunianya sendiri...

Bukan tak sayang,
perempuan itu sudah mencoba memberi tahu dan kemudian memberi waktu serta melihat, berharap ada keajaiban...
Tapi kecewa yang hanya didapat oleh perempuan...

Perempuan bukan ingin lelaki berubah menjadi seorang nabi atau seorang artis tampan atau seorang milyader.. Perempuan hanya ingin lelaki itu tampak lebih baik, lebih meyakinkan...
Perempuan bukan ingin lelaki berubah 100% untuk dirinya, tapi setidak lelaki dapat berubah untuk kebaikan dirinya sendiri...
Namun sia-sia...
Lelaki punya dunianya sendiri...
Pikirannya sendiri...
Tindakannya sendiri...
Dan sepertinya dia tidak membutuhkan si perempuan lagi untuk disisinya... 

Ya, sudah cukup...
Mari lanjutkan hidup masing-masing...
Berfokus diri untuk masing-masing...
Intropeksi diri masing-masing...

Perempuan sayang...
Tapi perempuan juga harus menggunakan logikanya...

Rabu, 03 September 2014

PEREMPUAN BERWAJAH KARDUS

Hai perempuan berwajah kardus
Betapa pelik masalahmu...
Hati dan pikiranmu terbelenggu obsesimu,
Kau dibutakan oleh perasaan...
Hingga kau menggadaikan seluruh hatimu, jiwamu, ragamu, teman-teman dan sahabat akrabmu, bahkan keluargamu...
Apa yang kau cari?
Kebahagiaan seperti apa yang kau cari?
Kau obral cerita pelikmu itu, hingga orang bukan lagi iba malahan jijik memandangmu.
Apa yang ingin kau temukan?
Mengapa kau gadaikan harga dirimu hanya untuk mendapatkan dia yang tak pedulikanmu?
Itu bukanlah cinta atau lagi sayang, itu obsesi...
Dan obsesi itu melelahkanmu...

Hai peremepuan berwajah kardus,
Bukalah kardus yang menutupi wajahmu, luaskanlah pandanganmu dan lihatlah sekeliling...
Tidak sadarkah kau masih banyak yang memperhatikanmu, yang lebih peduli padamu ketimbang dia...
Tidak sadarkah dirimu kalau kamu itu kuat dan mampu melewati rasa sakit yang kau alami dan menjadi maju dari saat ini...
Tapi mengapa kau korbankan itu semua?
Pelik yang kau alami bukanlah kesalahan Tuhan, keluargamu atau teman-temanmu...
Kau sendiri yang tetap memilih untuk hidup dengan kepelikan itu.
Iba ku melihatmu...

Sabtu, 26 Juli 2014

C-I-N-T-A.. ?

Sering kudengar, kulihat kata itu...
Ya, sebuah kata yang terdiri dari lima huruf,
yang menurut orang akan membuatmu lupa daratan, hilang akal dan segala macam...
Orang jauh atau pun dekat bahkan artis sering berucap kata itu dalam keseharian,
seakan itu mudah dipahami.
Aku tahu kata itu,
Aku tahu definisinya...
Tapi tak pernah benar-benar kupahami maknanya...
Bagai anak kecil, kupamerkan pernah merasakan cinta beberapa kali,
tapi tak pernah benar-benar aku tahu rasanya...
Maknanya...
Tanda-tandanya...
Seperti apa cinta itu?
Selalu berakhir bahagiakah atau sebegitu menyiksanya kah?
Seperti kisah-kisah yang sering ditayangkan pada layar lebar atau kaca?
Apakah selalu dibutuhkan pengorbanan, seperti yang banyak orang katakan?
Bagaimana rasanya...?
Apa tanda-tandanya...?
Adakah perbedaan makna cinta itu, jika subjek yang digunakan pun berbeda?
Aku belum benar-benar memahaminya...